Selasa, 06 Mei 2014

Surat Al-Hasyr dan Fadillahnya



Oleh : Phalosa Aini

Salam, sahabat-sahabat yang dirahmati Allah SWT…
Kali ini saya ingin menuliskan tentang fadillah salah satu surah dalam Al-Quran.
Setiap ayat dalam Al-Quran adalah penawar dan obat yang sangat ampuh bagi segala penyakit. Salah satunya ketika Jin merasuki tubuh manusia dengan membaca ayat dalam surah Al-Hasyr (59) : 22 – 24.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)
Artinya :
(22) Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
(23) Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(24) Dialah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Penjelasan ini juga bisa kita temukan dalam buku “Mengobati Penyakit dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah” halaman 27. Atau jika sahabat sering mengamalkan bacaan Al-Ma’tsurat Wazhifah Kubra, sahabat juga bisa menemukan bacaan Surat Al-Hasyr didalamnya. 

Adapun fadillahnya yang lain menurut Hadits Nabi yaitu:

Abu Umamah ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa membaca ayat-ayat akhir surat Al-Hasyr pada waktu malam atau siang, maka Allah akan menjamin baginya surga.” (H.R. Al-Baihaqi)

Subhanallah, dengan membaca potongan ayat yang tidak menyita banyak waktu ini Allah menjaminkan surga untuk kita. Bukankah setiap kita menginginkan untuk tinggal di surga kelak???

Hadits lain juga menyebutkan:

Ma’qil bin Yassar meriwayatkan dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda:
“Siapa saja yang membaca pada pagi hari a’uudzu bil-laahis-samii-’il ‘aliimi minasy-syaithoonir-rojiim (Aku berlindung kepada Allah yang maha Mendengar lagi maha mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk) sebanyak (3x) kemudian membaca 3 ayat terakhir dari surah al-Hasyr niscaya Allah akan kirimkan 70.000 malaikat yang akan selalu mendo’akan si pembaca hingga sore hari. Seandainya ia meninggal dunia pada hari itu maka ia meninggal dalam keadaan syahir. Demikian pula bagi orang yang membacanya pada sore hari.” (HR. Tirmidzi dan Imam Ahmad)

Sahabat, Semoga kita bisa mengamalkan bacaan ini dalam keseharian kita. Jangan bilang kita tidak sempat melakukannya. Meskipun awalnya sangat berat namun jika kita membiasakan, Insya Allah akan menjadi kebiasaan dan kebutuhan bagi kita.

Terakhir, meskipun tulisan ini kecil semoga memberi manfaat bagi kita semua terutama saya yang menuliskannya. Aamiin…

Wassalam

Jika berkenan silahkan add akun saya:
Fb               : Phalosa Aini
Twitter       : @Phalosa_aini
Kompasiana : Phalosa Aini



Key word: Al-Hasyr, Jin, Surga, fadillah, AL-Ma’tsurat



Bsk, 05052014



Mengembalikan (Recovery) Data



Oleh: Phalosa Aini

Saya masih ingat ketika adik saya panik karena kehilangan data dari memorinya. Kebetulan data-data yang ada di memori sangat penting.
Lalu dia bilang ke saya gimana cara mengembalikan datanya.

Yah, seperti yang saya lakukan sebelumnya. Apapun yang ingin saya pelajari atau ketahui tentang sesuatu saya tinggal gugling aja. Gampang kok!
Saya menyuruh dia untuk gugling. Bukan karena saya tidak mau membantu tetapi saya selalu bilang ke adik saya “coba cari sendiri dulu, kalo nggak bisa baru minta bantuan”.

Ya begitulah saya, mendidik agar rasa ingin tahu mereka berkembang. Tidak menunggu disuapin segala ilmu pengetahuan. Apalagi di zaman yang serba canggih ini. Tidak yang tidak bisa kita lakukan dengan teknologi. Hanya saja rasa malas kerap membuat kita “MaKir” alias malas mikir. Kita mau enaknya saja. Terbiasa dengan pendidikan yang diberikan ketika masih kecil dulu. 
Toh, orang-orang diluar sana kecil-kecil udah menghasilkan karya. Lha wong kita tinggal manfaatin doank malah malas. :D

Ups, kok malah curcol jadinya ya, Oke. Kita lanjutin ngebahas masalah mengembalikan atau Recovery data.
Software yang digunakan yaitu mini tool, teman-teman bisa lihat link downloadnya dibawah ini:

http://jupa-haphap.blogspot.com/2013/01/download-minitool-power-data-recovery.html
Dengan hitungan menit data kita bisa kembali seperti sedia kala. Tetapi untuk data-data yang sudah lama terhapus ada yang tidak bisa dibuka atau filenya rusak. Ya setidaknya kita bisa mengembalikan beberapa data kita.

Gimana??? Semoga bermanfaat ya :)

Bsk, 05052014

Senin, 28 April 2014

Satu jam bersama Writer dan Best Teacher in Indonesia, Bapak Marjohan, M.Pd



 OLEH PHALOSA AINI

Tepat tanggal 27 April 2014, pukul lima sore aku bertemu Bapak Marjohan atau lebih dikenal dengan Uncle Jo yang berkunjung ke kost-anku. Pembicaraan penuh inspirasi itu bermula ketika Uncle menceritakan pengalaman-pengalaman beliau menjadi Guru Berprestasi. Awalnya Uncle Jo tidak berniat untuk mengikuti ajang pemilihan Guru berprestasi di Kecamatan. Uncle memberikan kesempatan kepada guru-guru muda. Namun guru-guru yang lain tidak mau ikut pemilihan tersebut. Akhirnya beliau ikut dan mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Diluar dugaan, ternyata Uncle Jo meraih juara di tingkat kecamatan, kemudian lanjut ke tingkat kabupaten, masih juara lagi, kemudian ke tingkat provinsi, Uncle Jo masih bintangnya. Akhirnya Uncle Jo menjadi utusan Provinsi Sumatera Barat menuju ke tingkat Nasional.

Selama di Jakarta, Uncle bertemu dengan guru-guru dari seluruh provinsi di Indonesia. Beberapa guru memperkenalkan diri dan memberikan cendera mata kepada Uncle. Wah, apa ini, pikir Uncle. Menurut Uncle itu adalah salah satu trik untuk menjatuhkan mental kita. Akan tetapi hal itu tidak berpengaruh terhadap Uncle. Beberapa rekan Uncle mengalami sedikit goncangan, mereka khawatir karena takut tidak mendapat juara atau membuat malu daerah mereka. Uncle Jo tetap santai menikmatinya.
Sewaktu presentasi dilakukan para guru telah tampil dan menunjukkan kemampuannya ketika ditanya oleh para juri. Dan tiba giliran Uncle Jo untuk menunjukkan kemampuannya di depan dewan juri.

Seketika Uncle langsung diberondong dengan berbagai pertanyaan.

“Apakah Anda punya tulisan yang terbit di Koran?”
“Iya, salah satunya di Singgalang, Haluan dan Canang,” jawab Uncle.
“Apakah Anda punya buku yang telah dipublikasikan?”
“iya, saya punya lima buah buku yang terbit di penerbit nasional” lanjut Uncle.

Selain itu Uncle punya beberapa artikel yang terbit di tingkat Internasional. Uncle juga menguasai beberapa bahasa Asing seperti Bahasa Arab, Bahasa Perancis tentunya juga Bahasa Inggris. Di saat Uncle diminta membaca artikel berbahasa Perancis, dewan juri kagum dengan kemampuan Uncle. Siapakah guru Uncle belajar Bahasa Perancis? Guru Uncle yaitu Dr. Louis deharveng, Dr. Anne Bedos dan Dr. Francois Brouquisse, dimana mereka adalah ahli biologi dan tertarik melakukan riset di seputar Kabupaten Agam, Kab. Tanah Datar, Kab. Sawahlunto Sijunjung dan Kab. Lima Puluh Kota.

Usai sesi presentasi, para guru menantikan saat yang mendebarkan. Khawatir tidak memperoleh juara. Uncle sendiri hanya berharap mendapat juara harapan. Mengingat persaingan guru-guru di pulau Jawa sangat tinggi. Kualitas mereka bagus-bagus kata Uncle.

Ternyata dalam pengumuman tidak ada perolehan juara harapan. Juara yang diumumkan hanya juara satu sampai tiga. Pupuslah harapan Uncle membawa nama Sumatera Barat ke kancah Nasional.
Para peringkat telah diumumkan oleh dewan juri, mulai dari peringkat tiga, dua, namun Sumatera Barat terlewatkan. Uncle mencoba tetap optimis dan berpikir positif. Menurut Uncle yang terbaik berasal dari Pulau Jawa meski dalam hati juga berharap untuk menjadi juaranya. Ternyata, yang dipanggil sebagai juara 1 Tingkat Nasional adalah Uncle sendiri. Kaget bercampur haru yang dirasakan Uncle kala itu. Bagaimana tidak, persaingan yang sangat ketat telah dilewati Uncle dengan sukses.

Wah, tidak terbayangkan bagaimana perasaan Uncle. Sebagai jebolan fakultas keguruan aku juga ingin meniru semangat Uncle menjadi guru yang berprestasi. Menguasai berbagai bidang keahlian. Guru berkemampuan ganda, ujar Uncle. Dan hingga sekarang aku masih belajar untuk mewujudkan impian-impianku.

Uncle juga mendoakan semoga aku bisa menjadi best woman writer, Aamiin. Gracia Uncle, semoga Phalosa mampu menjadi guru teladan nan berprestasi seperti Uncle.
Sosok Uncle Jo sangat sangat menginspirasi hidupku, Uncle juga menyemangatiku untuk belajar Bahasa Inggris. Juga menyarankan untuk menulis artikel berbahasa asing. Ya Uncle, Phalosa akan selalu mengingat motivasi-motivasi yang Uncle berikan.

Motivasi Uncle yang lainnya adalah rajin membaca, dengan membaca kita mampu menguasai dunia. Waah, sahabat… sungguh aku tidak percaya sosok berprestasi yang rendah hati ini semakin membangkitkan semangat untuk belajar lebih tekun lagi. Bukan niat melebih-lebihkan tapi ini adalah faktanya. Uncle yang selalu ramah dan tidak pandang level apapun selalu punya cara untuk mendongkrak motivasi kita.

Sepanjang pembicaraanku dengan Uncle, ada satu hal yang sedikit membuatku kaget ketika ditanyain Uncle.

“Siapa soulmatenya, Phalosa?”

Aduhaay, pertanyaan ini benar-benar belum bisa jawab Uncle. 

Jika ada pangeran yang datang mulailah membuka hati, kata Uncle. Jangan sampai hal ini terlupakan karena mengejar karir. Duh, nasehatnya ngena banget, hehe.

Insya Allah Uncle, hanya itu yang bisa kuucapkan. :)

Begitu banyak ilmu yang dapat kuperoleh dari Uncle,
1.     Rajin membaca dan rajin menulis
2.    Selalu berpikir positif dan percaya diri
3.    Tingkatkan kemampuan diri (berkemampuan ganda-red)
4.    Kuasai berbagai bahasa asing
5.    Tetap ramah, rendah hati dan tidak sombong meski telah menjadi juara
6.    Selalu semangat memotivasi orang-orang yang ditemuinya
7.    Senang berbagi pengalaman dan ilmu
8.    Selalu siap mental dalam menghadapi berbagai situasi
9.    Kejar cita tapi cinta jangan dilupakan J

Terakhir, semoga ilmu, motivasi dan nasehat yang Uncle berikan menjadi ladang amal buat Uncle. Gracia Uncle Jo :)

Sabtu, 26 April 2014

Awal Kebangkitan


Oleh Phalosa Aini

Rasanya seperti bangun dari tidur panjang setelah sekian lama vakum dari dunia menulis. Skripsi sedikit membuat otakku membeku bahkan nyaris tidak punya ide lagi untuk kutuangkan. Tapi kali ini aku mengazzamkan diri untuk tidak berhenti melakukan apa yang telah kumulai. Meskipun hanya secuil aku berharap ada manfaatnya. Karena  aku percaya sesuatu yang kecil yang dilakukan secara konsisten akan mampu merubah keadaan.

Aku akan mulai membuat agenda baru seperti visinya para illuminate “TATANAN DUNIA BARU” tapi ini versi diriku. :)

Salah satunya harus menulis satu tulisan baik cerpen, tulisan motivasi atau pun sekedar curhat. Pokoknya setiap hari harus ada yang diabadikan dalam bentuk tulisan.

Kali ini aku ingin memulai menulis tentang beberapa ayat Quran. Eits, jangan salah persepsi dulu. Menulis bagiku bukanlah untuk pamer ilmu atau perbuatan baik. Menulis bagiku murni sebagai ajang untuk memuhasabah diri. Karena setiap kata yang aku tulis bisa kubaca disaat aku terlupa. Karena aku sadar sebagai makhluk lemah dan pelupa banyak ilmu yang bisa dengan sekejap terlupakan. Dan menulis adalah satu trik yang kulakukan untuk mengingat sesuatu agar ilmu yang diperoleh tidak berlalu begitu saja.

Baiklah, aku akan mulai dengan surat Al-Mujadalah ayat 1-13. 
Dalam surat ini ada beberapa poin yang akan dibahas. Pertama, ayat 1 sampai 6, pada ayat ini dijelaskan tentang HUKUM ZIHAR. Zihar ini adalah menganggap istrinya sebagai ibunya padahal istri mereka bukanlah ibu mereka. 

Orang-orang yang menzihar istrinya dan ingin menarik kembali perkataannya, maka apa yang harus mereka lakukan? 
Berikut beberapa hal yang harus dipenuhinya:
  1. Wajib atasnya memerdekakan seorang budak sebelum suami istri itu bercampur,
  2. Jika tidak mendapatkan budak, maka wajib atasnya untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut, 
  3. Maka bagi yang tidak kuasa, wajib atasnya untuk memberi makan 60 orang miskin.
    Demikian hukum zihar yang dikatakan Allah SWT dalam Al-quran. Kemudian pada ayat berikutnya ayat 7-10 Allah melarang untuk melakukan pembicaraan rahasia baik itu tiga orang, lima orang atau kurang dari itu atau lebih banyak melainkan Allah-lah yang berikutnya.
Pembicaraan rahasia yang dimaksud di sini adalah pembicaraan rahasia untuk perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Sesungguhnya pembicaraan rahasia yang seperti ini adalah dari syetan.

Dan Allah akan memperlihatkannya di akhirat nanti.

Dan pada ayat 11-13, Allah menjelaskan tentang sopan santun menghadiri majlis.

Apabila dikatakan kepadamu “berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan kepadamu. Dan apabila dikatakan, “berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Semoga apa yang kutulis bermanfaat bagi kita terutama untuk diriku yang alpa ini. Dan jika terdapat kesalahan segera layangkan kritikan dan sarannya :)


Key word: Menulis, hukum, zihar, orang-orang berilmu, orang-orang beriman, pembicaraan rahasia, berlapang-lapang dalam majlis, hukum zihar, Al-Mujadalah

Kamis, 19 Desember 2013

damaikan_hatiku_Tuhan


 
Aku hanya tidak ingin terlalu lama berdiam begini.
Dan aku pun enggan untuk memulai kembali berbicara masalah hati.
Karena inginku hanya berdamai denganmu, hati.

Sudah sejak lama aku berseteru dengan dikau.
Sepanjang waktu ini kuhabiskan terlalu banyak untukmu.
Aku sudah jengah dengan perseteruan yang tak ada ujungnya.

Bahkan masa-masa sulit begini hati masih saja bersikukuh dengan inginnya.
Ah, hati.
Mengalahlah, agar semuanya bisa baik-baik saja.
Bukan terlihat baik-baik saja.

#damaikan_hatiku_Tuhan



Bsk, 171213

Rabu, 11 Desember 2013

Menikmati Merapi

Part 1

Saat-saat seperti ini aku hanya ingin melakukan perjalanan.
Menuju suatu tempat yang takkan terusik oleh siapapun.
Menikmati setiap jengkal yang terlewati.
Mengenang masa-masa yang akan membangkitkan ghirahku.

Entah kenapa duduk di dalam bus menatap pinggiran jalan membuatku terasa nyaman.
Menghirup aroma angin yang melewati celah-celah jendela sambil memandang gagahnya Merapi.

Aku selalu meneriakkan bahwa AKU PASTI BISA.
Aku harus terus mencoba.
Ini hanya persoalan waktu saja.


~
Bsk, 031213 



Part 2


Bbrrrr. Air yang rasanya seperti es telah mengguyur tubuhku. Dingin. Sekarang tubuh ini tidak lagi beradaptasi dengan cuaca dingin kaki pegunungan. Namun aku tidak bisa mengelak karena satu jam lagi aku harus berangkat melanjutkan perjalanan. Melanjutkan misi masa depan.

Tepat pukul 6.30 aku kembali menaiki bus menuju tempat dimana aku mengais rezeki. Berharap hari ini lebih baik lagi. Ternyata dinginnya cuaca pagi ini seakan meruntuhkan semangatku meski tubuhku telah dibalut dengan jaket hitam. Tidak mengapa aku harus melawannya. Ini belum seberapa, pikirku menghibur diri.

Dan kembali perenunganku dimulai. Seperti kataku kemarin, merenung di dalam bus menjadi kesenangan tersendiri. Sengaja aku memilih tempat duduk di pojok belakang agar perenunganku tidak terusik. Namun sepanjang perjalanan Merapi begitu menggodaku. Aku teringat Novel semalam yang belum tuntas. Kucoba untuk menikmati Novel Tere Liye lagi, Rembulan Tenggelam di wajahmu.

Beberapa menit aku larut dengan rangkaian kalimat yang menghipnotisku. Namun tiba-tiba rasanya kepalaku pusing. Perut seakan diobok-obok seiring dengan bus yang melaju kencang. Aih, suasananya jadi kacau. Akhirnya kututup novel dan kumasukkan kembali ke dalam ranselku. Kuputuskan untuk kembali menatap Merapi. Mungkin Merapi cemburu karena biasanya aku selalu menatapnya.
Mianhae Merapi

Pesakitan



Tidak. Aku tidak ingin berakhir seperti ini. Seperti pesakitan yang tidak tau harus berbuat apa. Tergolek lemah menerima tatapan kasihan orang-orang disekitarnya.

"Aku tidak ingin sakit," jeritnya tertahan.

Namun perlahan penyakit itu semakin menggerogoti tubuhnya yang lemah.
Masa ini semakin menyesakkan dadanya. Mimpi-mimpi yang telah dibangun bertahun lamanya telah sirna.

Setiap kali bangun dari tidurnya ia selalu gelisah. Ia merenungkan masa depannya. Rasanya ia takut membayangkan masa depan seperti apa yang akan dijalani dengan kondisi yang menyedihkan itu.

Sesekali bayangan masa lalu juga tak luput dari memorinya. Bahkan kenangan itu seakan telah menjadi penguntit sepanjang hidupnya.

Malam gelap sering menjadi teman sepinya. Langit pun kerap menanyakan kabarnya. Tidak jarang buliran bening itu menganaksungai ketika ia merenungkan hidupnya yang nyaris hancur.

"Bagaimana ini?" tanyanya tergugu. Bahunya terguncang menahan isak yang tak terbendung.


~
Bsk, 091213

Lomba Menulis dari FPKS DPR RI, Hadiah 80 Jt

Lomba Menulis dari FPKS DPR RI, Hadiah 80 Jt Informasi lomba yang akan dibagikan dalam website lomba selanjutnya, adalah Lomb...