Minggu, 22 September 2013

The World's Greatest




Yeah,Uhh...
Uhh...
Yeah..
It's the worlds greatest, Yo,
It's the worlds greatest, Come on,
Worlds Greatest, Ever

I am a mountain
I am a tall tree
Oh, I am a swift wind
Sweepin' the country
I am a river
Down in the valley
Oh, I am a vision
And I can see clearly
If anybody asks u who I am
Just stand up tall look 'em in the Face and say

[Chorus]
I'm that star up in the sky
I'm that mountain peak up high
Hey, I made it
I'm the worlds greatest
And I'm that little bit of hope
When my backs against the ropes
I can feel it mmm
I'm the worlds greatest

I am a giant
I am an eagle
I am a lion
Down in the jungle
I am a marchin' band
I am the people
I am a helpin' hand
And I am a hero
If anybody asks u who I am
Just stand up tall look 'em in the Face and say

[Chorus]
I'm that star up in the sky
I'm that mountain peak up high
I made it
I'm the worlds greatest
And I'm that little bit of hope
When my backs against the ropes
I can feel it
I'm the worlds greatest

In the ring of life I'll reign love
(I will reign)
And the world will notice a king
(Oh Yeah)
When all is darkest, I'll shine a light
(Shine a light)
And use a success you'll find in me
(Me)

I'm that star up in the sky
I'm that mountain peak up high
Hey, I made it
I'm the world's greatest
And I'm that little bit of hope
When my back's against the ropes
I can feel it
I'm the world's greatest

I'm that star up in the sky
I'm that mountain peak up high
Hey, I made it
I'm the world's greatest
And I'm that little bit of hope
When my back's against the ropes
I can feel it
I'm the world's greatest

I'm that star up in the sky
I'm that mountain peak up high
Hey, I made it
I'm the world's greatest
And I'm that little bit of hope
When my back's against the ropes
I can feel it
I'm the world's greatest

[*]
It's the greatest
Can you feel it
It's the greatest
Can you feel it

[Repeat * while:]
I saw the light
At the end of a tunnel
Believe in the pot of gold
At the end of the rainbow
And faith was right there
To pull me through, yeah
Used to be locked doors
Now I can just walk on through
Hey, uh, hey, hey, hey
It's the greatest
I'm that star up in the sky

I'm that star up in the sky
I'm that mountain peak up high
Hey, I made it
I'm the world's greatest
And I'm that little bit of hope
When my back's against the ropes
I can feel it
I'm the world's greatest 
 
 

HUT RI ke 68 di Gunung Merapi, Sumbar

Selasa, 03 September 2013

SINGGALANG, HATIKU GAMANG



Rinduku, rindu siang dan malam. Perih tak tertahankan. Seakan ribuan jarum menusuk-nusuk dadaku. Masih teringat aroma Telaga Dewi  yang menemani cerita panjang kita malam itu. Hawa dingin di pinggiran telaga seakan terabaikan karena ada kamu disampingku. Menemani malam yang sunyi menatap purnama.

Entah kenapa semenjak perkenalan kita beberapa jam yang lalu sebelum pendakian ke Singgalang  ini membuat jantungku berdetak kencang. Berpacu dengan langkah kita  menyisiri jalan setapak yang ditempuh beriringan. Medan yang sulit dan kemiringan pendakian bukan menjadi penghalang untuk sampai ke puncak. Padahal aku termasuk salah seorang yang dikhawatirkan oleh rombongan karena masih pemula dan belum pernah mengikuti kegiatan ekstrim seperti ini. Akan tetapi, itu semua terkalahkan oleh semangat dan dukungan dari kamu.

Yah, bayangkan saja aku yang tidak terbiasa menempuh perjalanan jauh dengan jalan kaki sekarang harus meniti jalan setapak dipenuhi dengan hutan di kiri kanan jalan sebelum mencapai Mata Air I. Bahkan perjalanan selama satu setengah jam tidak terasa bagiku.

Aku masih ingat ketika kita berlima menikmati langkah demi langkah menuju Mata Air Kedua. Aku dan kamu belum banyak berbicara karena diantara kita masih malu-malu. Dan sama-sama belum ingin memulai pembicaraan. Seiring dengan jalur yang kian ekstrim membuat kita berinteraksi dengan tindakan. Kamu sering mengulurkan tangan ketika jalan yang kita lalui terlalu miring dan tinggi. Awalnya aku masih ragu namun karena keadaan mengharuskanku menerima uluran tanganmu. Kita hanya bicara lewat senyuman dan tatapan mata.

Pukul dua lewat dua puluh menit kita sampai di peristirahatan kedua, Mata Air Kedua. Disini bertemu rombongan dari UNAND yang telah lebih dulu sampai. Sambil menikmati sepoinya angin kami berbincang-bincang satu sama lain.

“So, sudah berapa lama keinginan ini terpendam Grace?” ujar Bang Gee, ketua Tim.

“Hm, dah lama juga Bang, semenjak aku masih es em pe,” jawabku nyengir.

“Ckck, gimana rasanya sudah sampai disini?” lanjut Bang Gee.

“Amazing, benar-benar nggak nyangka bisa sampai sejauh ini Bang,”

“Pantesan semangatnya menggebu-gebu ya Kak,” ujar Frans, yang aku panggil Kapten.

“Ah, semangatnya bukan karena itu Frans, tapi …,” Kak Gendhis memotong cepat.

“Tapi apa Kak?” tanya Frans penasaran.

“Itu tuh, si bule India,” goda Kak Gendhis sambil menunjuk Zack dengan mulutnya.

Ya, lelaki yang aku bicarakan tadi namanya Zack.

“Owh, ehem…” Frans dan Bang Gee mendehem serempak.

Zack yang sedari tadi diam hanya tersenyum digodain mereka.

Ah, dingin kali ini anak, pikirku.

Usai istirahat aku dan teman-teman kembali melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya. Kami menikmati alam bebas, hutan yang ditumbuhi pohon-pohon tinggi serta berbagai tumbuhan perdu lainnya. Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan akhirnya tepat pukul delapan malam kami sampai di sebuah telaga. Menakjubkan. Itu kata yang terlontar dalam benakku. Cahaya bulan menyinari air telaga sehingga ada cahaya indah yang terlihat di telaga. Setelah istirahat beberapa menit kemudian kami pun mendirikan tenda.

Dinginnya udara di sekitar telaga tidak menyurutkan keinginanku untuk menikmati malam. Rasanya aku tidak ingin melewatkan momen ini meski kantuk mulai menyerangku. Aku duduk sendirian sambil menatap langit.

Tiba-tiba seseorang datang dan duduk disampingku. Ternyata Zack.

“Hey, ngelamunin apa?” Tanyanya sambil menyodorkan segelas cappuccino.

“Makasi. Gak, gak ngelamun kok. Aku lagi merenung aja. Ternyata dalam hitungan jam akhirnya aku bisa sampai disini. Mewujudkan impian yang selama ini kupendam.” Jawabku mantap.

“Dah berapa lama emangnya ingin kesini?” lanjutnya.

“Hm, sejak aku SMP tapi orangtuaku gak pernah ngijinin,” jawabku.

“Aku salut juga lihat semangat kamu. Walaupun pemula tapi punya keberanian dan tekad yang kuat. Yah, meski awalnya kamu sedikit cerewet nanyain jam,” 

“Hehe, maklum aku masih baru dan belum menyatu dengan alam. Ngomong-ngomong kamu sering adventure juga ya?”

“Ya, bisa dibilang gitu. Aku sangat suka yang namanya petualangan. Karena aku merasakan Nikmat Tuhan lewat alam yang aku jelajahi,”

“Hebat ya, aku juga ingin seperti kamu, berpetualang di alam bebas. Menikmati setiap inci ciptaan Tuhan.

Aku jenuh dengan hidupku yang selalu sibuk dengan pekerjaan. Terkungkung diruangan ber-AC dan berkutat dengan laptop membuatku sumpek. Bahkan hari libur pun harus kerja. Jenuh rasanya,”

“Kenapa kamu tidak ngatur jadwal buat kegiatan di alam. Setidaknya itu bisa mengurangi tingkat stress selama bekerja,”

Betul juga ya saran kamu, tapi aku masih gak berani untuk pergi sendiri,”

“kenapa mesti pergi sendiri buk? Kan kita bisa pergi bersama.

Kamu yakin kita bisa berpetualang bersama lagi? Tanyaku memastikan.

Why not? Jawab Zack mantap.

Aku mengangguk-angguk memikirkan tawaran Zack. Buatku ini adalah kesempatan mewujudkan mimpi-mimpiku. Mengingat aku masih awam dengan semua yang berbau alam.

“bagaimana kalau kita bikin rencana dari sekarang. Ujar Zack membuyarkan lamunanku.

“oke, siapa takut,” tantangku.

Hm, aku punya rencana ke Semeru, lanjutnya.

Semeru?

Iya, kenapa?

Aku baru saja memikirkan hal yang sama, jawabku.

Wah, berarti kita sehati ya? Goda Zack.

Hm, aku pikir kita sehati untuk menaklukkan gunung.

Lah, kenapa melamun lagi? Ujar Zack memecah kesunyian.

“Hm, aku sering berpikir apakah masih ada kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku?” jawabku sendu.

Kenapa?

Huft, aku menghela nafas panjang dan mencoba mengumpulkan energi untuk menjawab pertanyaan Zack.

Yah, sebenarnya aku tidak begitu yakin dengan kehidupanku esok. Aku seperti pengelana yang tersesat di gurun pasir. Selalu melangkah namun tidak tahu harus kemana.”

Maksud kamu?

Aku nggak tahu yang sebenarnya terjadi pada hidupku Zack, aku kehilangan semangat hidup. Aku tidak percaya lagi akan mimpi-mimpi yang aku ikrarkan. Semuanya pupus diterbangkan angin.

Kenapa bisa?

Aku ngerasa hidupku sekarat Zack, orangtuaku bercerai dua bulan yang lalu. Setelah pertengkaran demi pertengkaran menjadi hidangan lezat setiap harinya. Dari kecil aku mengenal karakter bapak yang selalu keras dan ringan tangan. Tidak jarang setiap kali aku pulang ibu menangis usai bertengkar dengan bapak. Seringkali aku melihat bekas tangan bapak di tubuh ibu karena meluapkan emosinya. Aku benci dengan diriku sendiri karena tidak mampu berbuat sesuatu. Dari dulu aku tidak pernah diberi kebebasan untuk berbicara. Apa yang aku bicarakan dianggap angin lalu. Pernah suatu kali aku mencoba melawan bapak karena tidak tahan dengan perlakuan kasar bapak. Seketika bapak berteriak, tahu apa kau anak ingusan, katanya membentakku. Semenjak kejadian itu aku tidak pernah berani berbicara ketika pulang ke rumah. Bahkan hatiku rasanya sudah tidak ingin menginjakkan kaki dirumahku lagi. Aku lebih memilih tinggal dikontrakan dan menyibukkan hari-hariku dengan pekerjaan. Kupikir tidak ada gunanya aku hidup jika  hanya menjadi pecundang.

“Kamu bukan pecundang Grace! Kamu terjebak dengan kondisi yang tidak seharusnya kamu lihat semenjak kecil. Percekcokan yang terjadi antara orangtuamu membuat mental kamu drop. Beberapa orang yang mengalami hal ini lebih memilih menarik diri dari pergaulan. Kepribadiannya sering introvert. Kadang, mereka juga mengalami phobia sosial.

Phobia sosial?

Ya, phobia sosial. Mereka yang mengalami ini sering tidak percaya diri dengan kemampuannya. Merasa takut dengan keramaian. Seakan-akan orang-orang disekitar menertawakan dirinya. Dengan keadaan seperti itu bisa menyebabkan depresi.

Persis sekali

Apanya yang persis Grace?

Apa yang kamu jelaskan persis banget dengan apa yang aku alami. Aku sering ngerasa orang-orang disekitarku mencemooh apa yang aku lakukan. Seolah-olah ada bisikan-bisikan yang membuatku semakin takut untuk keluar rumah. Untuk kerja saja aku berusaha sekuat tenaga melawannya. Aku benar-benar telah kalah, hancur berkeping-keping. Untuk menolong diri sendiri saja aku tidak sanggup apalagi menolong ibu dan adik-adikku. Aku telah gagal menjadi contoh bagi adik-adikku Zack.

Kamu nggak boleh seperti itu Grace. Percayalah kalau kamu sedang diuji Tuhan. Tuhan tidak pernah memberikan sesuatu yang tidak kita sanggup untuk dipikul. Siapapun kita pasti pernah mengalami masalah. Kamu masih bersyukur meskipun orangtuamu bercerai tetapi mereka masih ada. Kamu masih punya kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Sedangkan aku tidak ingat bagaimana wajah ayah dan ibuku, ujar Zack tersendat.

Maksudmu?

“Yah, aku adalah satu-satunya korban selamat ketika kecelakaan yang menimpa keluargaku 25 tahun silam. Aku dibesarkan oleh orang yang tidak ada hubungan tali darahnya denganku.

Sejenak Zack terdiam mengatur nafas dan suaranya. Kurasakan dia kesulitan untuk menguraikan kisah hidup yang dilaluinya. Aku yakin dia mencoba tegar dan tidak mau terlihat cengeng dihadapanku. Kemudian Zack kembali bercerita meski dengan suara serak.

“Aku pun juga pernah mengalami masa-masa sulit dimana aku tidak mampu melakukan sesuatu buat seseorang yang kusayang. Aku terlambat datang ketika ibu angkatku sedang sakit keras, sedangkan ayahku di luar kota sedang bekerja. Bahkan kabar ibuku sakit baru kuketahui dari tetangga yang tidak sengaja bertemu denganku. Seumur hidupnya ibuku tidak pernah menceritakan perihal sakit yang dideritanya. Ternyata selama ini ibu mengidap kanker stadium lanjut. Ini sungguh menjadi penyesalan sepanjang hidupku. Meski dia bukan ibu kandungku namun dia telah memberikan kasih sayangnya kepadaku layaknya kasih seorang ibu kepada anak kandungnya. Karena ibu tidak diberi kesempatan mendapatkan keturunan dari rahimnya sendiri. Kurasakan kasih sayang ibu yang tulus kepadaku. Namun di usia senjanya aku tidak sempat membuat dia bahagia.

Setelah kepergian ibu aku seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Tidak tahu arah tujuan. Bahkan aku sempat dikira keluarga sudah gila. Karena aku selalu mengurung diri di kamar. Kadang aku tertawa sendirian, kadang menangis. Persis seperti orang yang kurang waras. Akhirnya, aku dibawa ke psikiater. Disana aku dirawat dan dipertemukan dengan seorang perempuan. Aku menamainya Angel, karena dengan bantuannya aku bisa kembali ke kehidupan normalku. Dan bertemu dengan kamu.

Lalu, perempuan itu?

Dia sudah menikah.

Owh, aku turut sedih mendengar kisahmu. Sekarang aku sadar, Tuhan selalu mempunyai cara untuk membuat kita kuat. Tuhan memiliki jurus-jurus jitu sehingga kita selalu mensyukuri apa yang telah diberikanNya.

Yup, aku setuju dengan pendapatmu. Yang terpenting tidak ada lagi kata-kata pesimis keluar dari bibirmu. Aku ingin kamu terus berjuang menggapai apa yang kamu impikan. Buktikan pada orang-orang bahwa kamulah pemenangnya. Tidak ada yang mustahil dalam hidup ini Grace, selama kita percaya ada tangan Tuhan yang menjamah mimpi-mimpi kita. Aku yakin kamu bisa melewati masa-masa kritis ini seperti kamu telah berhasil melewati cadas sore tadi. Anggap saja masalah yang datang adalah batu cadas yang harus kamu lewati. Bagaimana perasaan kamu setelah meniti cadas tadi?

“wah, aku sungguh takut. Yang ada dipikiranku saat itu hanya kematian. Sedikit saja kaki ini tergelincir maka tamatlah hidupku.

Nah, begitu juga masalah hidup. Kita selalu merasa takut untuk melewatinya. Tetapi jika kita mencoba bertahan dan perlahan menyelesaikan satu per satu maka kita akan menemukan solusinya. Intinya, life is struggle, betul tidak?

Hehe, betul, betul. Aku setuju. Makasih Zack supportnya, jawabku sambil tersenyum.

Sama-sama. Aku tahu bagaimana perasaan kamu karena aku juga pernah mengalaminya. Ujar Zack mengakhiri pembicaraan malam itu.

* * *

Aku benar-benar plong setelah berbagi dengan Zack. Sepulang dari pendakian aku masih sering kontak dengan Zack. Dia selalu menyupport apapun yang kulakukan. aku bahagia telah mengenal Zack. Aku berharap Zack menjadi teman sejatiku. Tetapi akhir-akhir ini aku kesulitan menghubungi Zack. Setelah sms terakhirnya kepadaku. Dia mengirimkan sandek yang aku tidak tahu maknanya.

Isi smsnya:
Aku ingin pulang, ayah ibu merindukanku. Terimakasih telah menemani hari-hariku. Love you..:)

 Aku tidak tahu dia kemana. Kurasakan sesuatu yang hilang dari jiwaku. Lama aku mencari tahu dimana keberadaan Zack. Akhirnya tanpa sengaja aku membaca sebuah postingan seseorang yang ditag ke facebook Zack. Seketika tubuhku melemah. Zack telah pulang dan berkumpul dengan ayah ibunya untuk selamanya. Dia terjatuh ketika melakukan pendakian ke Gunung Kerinci. Tuhan memanggilnya kembali di Gunung Kerinci. Aku melanjutkan membaca postingan, sebuah surat yang difoto dan sepertinya itu tulisan tangan Zack.

Dear Grace,
Perempuan tangguh penyemangat hidupku. Banyak cerita yang telah kita paparkan. Untaian kata yang selalu memberi energi kehidupan. Setiap saat aku selalu merindukan kehadiran pesan singkat darimu. Meski hanya untuk mengucapkan selamat pagi, selamat tidur atau sudah makankah?

Bagiku itu adalah sebuah suntikan yang menambah suplemen hidupku. Aku selalu ingin membuatmu tersenyum agar tidak ada lagi gurat kesedihan yang membayang dari wajah sendumu.

Aku selalu ingin mendengar tawa renyahmu ketika di Telaga Dewi usai cerita panjang kita. Entah apa yang merasuki tubuhku sehingga aku merasakan aliran listrik ribuan volt ketika setiap kali namamu terlintas dibenakku. Namun aku khawatir mengungkapkannya karena tidak ingin melukai hatimu. Kupikir ini hanya perasaan sesaat dan sepihak saja. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu dari hidupku ketika aku mengutarakan perasaan yang sesungguhnya.

Maaf sayang, aku tidak memberimu kabar beberapa waktu lalu. Aku ingin menyendiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan hatiku. Untuk meredamnya aku mencoba bertarung dengan Kerinci. Saat ini aku sedang di puncak Kerinci. Menikmati purnama sendirian. Aku teringat ketika kita awal berkenalan di Telaga Dewi. Tiba-tiba hati ini terasa sakit. Sakit menahan rindu padamu. Entah kenapa hatiku ingiiiinn sekali menulis surat ini untukmu. Tidak peduli aku berani atau tidak mengirimkannya untukmu nanti.
Grace, terimakasih atas bahagia yang kau ukir dalam sketsa hidupku. Maafkan aku jika pernah menorehkan luka dihatimu. Love you, Grace.

Zack

Zack, kenapa harus begini? Aku telah lama menunggu kata-kata itu Zack. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku kembali ke Telaga dan menghapus kenangan itu Zack? Haruskah???

End


________

[1] Telaga yang terdapat di Gunung Singgalang, Sumatera Barat
[2] Salah satu Gunung di Pandai Sikek (Sumatera Barat) dengan ketinggian 2762 mdpl



Kamis, 29 Agustus 2013

Lirik Right Here Waiting For You

Right Here Waiting For You
(Di sini menunggumu)

Oceans apart day after day
Diseberang lautan hari demi hari

And I slowly go insane
dan perlahan aku hilang dalam kegilaan

I hear your voice on the line
Aku dengar suaramu di satu arah

But it doesn't stop the pain
Tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa sakitku

If I see you next to never
Apakah aku dapat melihatmu lagi nanti

How can we say forever
Bagaimana bisa kita dapat bersama

Wherever you go
kemanapun kau pergi

Whatever you do
Apapun yang kau lakukan

I will be right here waiting for you
Aku akan selalu menunggumu di sini

Whatever it takes
Apapun yang terjadi

Or how my heart breaks
Atau betapapun sakitnya hatiku

I will be right here waiting for you
Aku akan selalu menunggumu di sini


I took for granted, all the times
Aku menjalani semua yang seharusnya, setiap waktuku

That I thought would last somehow
yang terkadang seperti akan berakhir

I hear the laughter, I taste the tears
Aku mendengar setiap tawa, aku merasakan tangis

But I can't get near you now
Tapi aku tidak bisa di dekat mu saat ini

Oh, can't you see it baby
Oh,  dapatkah kau melihatnya sayang

You've got me going crazy
Kau telah membuat ku jadi gila


Wherever you go
Kemanapun kamu pergi

Whatever you do
Apapun yang kamu lakukan

I will be right here waiting for you
Aku akan selalu di sini menunggumu

Whatever it takes
Walau apapun yang tejadi

Or how my heart breaks
Atau betapapun sakitnya hatiku

I will be right here waiting for you
Aku akan selalu di sini menunggumu

I wonder how we can survive
Aku tidak percaya bagaimana kita dapat menjalani ini

This romance
Percintaan ini

But in the end if I'm with you
Tapi pada akhirnya jika aku bersamamu juga

I'll take the chance
Aku akan mengambil kesempatan itu


Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you
Waiting for you





Yuk lihat videonya:

Lirik Lagu From This Moment_ Shania Twain

"I do swear that I'll always be there.
I'd give anything and everything and I will always care.
Through weakness and strength, happiness and sorrow,
for better for worse, I will love you with
every beat of my heart."


 
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on

From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on

I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on

You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on



Yuk Nonton disini :)

From This Moment 

Senin, 26 Agustus 2013

My Adventure in Merapi Mountain




Aku pikir, aku telah lupa bagaimana menulis setelah memoriku dihantam dengan berbagai persoalan yang harus dipecahkan sendiri. Setelah beberapa hari pulang dari masa-masa penginstalan memori. Aku berusaha kencan lagi dengan My Sweety Blacky, laptop kesayanganku. Karena dialah teman setia yang menemani merekam jejak petualanganku. Gomawo Blacky :)

Jum’at, 16 Agustus 2013, 08.30 WIB at Batusangkar.

Lelah dengan berbagai masalah dan kesibukan, kuputuskan menerima ajakan kakakku untuk mengunjungi Merapi pada tanggal 16 Agustus 2013.
Merapi, salah satu Gunung yang terletak di Koto Baru padang panjang, Sumbar.

Berbagai macam perasaan yang muncul saat pembicaraan di telepon kala itu. Bagaimana tidak, impian beberapa hari ini akhirnya dikabulkan Tuhan.
Aku masih ingat ketika melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Tatapan Merapi begitu menggoda akhirnya kuabadikan dalam beberapa jepretan dan video.
Dalam hati aku berkata, “Tuhan, pertemukan aku dengan Merapi," lirihku.
"Dan, Merapi, tunggu aku”.

Meski saat itu aku tidak tahu kapan akan mengunjunginya. Namun setiap impian yang diagungkan dalam lantunan doa akan diberikan jalan oleh Tuhan untuk menggapainya, seperti yang ku alami kemarin.


Salah satu foto Merapi yang diambil di salah satu jalan dekat Batusangkar


Desiran didada membuatku tidak sabaran untuk melakukan perjalanan.
Satu hal yang membuatku tidak percaya akan diriku sendiri adalah melawan rasa takut yang muncul dibenakku. Takut karena melakukan perjalanan sendiri ke Koto Baru dengan angkutan umum. Namun desakan untuk mewujudkan impian telah mengalahkan ketakutan itu sendiri. 

Inilah pelajaran pertama yang bisa kusimpan dan kubagikan kepada anak cucuku nanti..:D

“Bermimpilah, lalu berdoa kepada Tuhan dan berusahalah mewujudkannya. Lawan semua ketakutan yang akan menghalangi perjalanan dalam menggapainya”

Sebelum cerita ini ngalor ngidul aku harus bilang kalau ini bukanlah sebuah panduan dalam mendaki Gunung Merapi. Tetapi ini adalah murni catatan hati seorang pengembara dalam mewujudkan serpihan impian yang dibangunnya. Bagi sebagian orang mungkin ini adalah hal biasa namun bagi pengembara seperti aku, Ini Adalah Sesuatu Yang Luar Biasa.

Jejak ini akan kumulai dari persiapan yang serba buru-buru. Karena pendakian akan dimulai usai shalat Jum’at sedangkan aku baru dikabari pukul 08.30 pagi Jum’at. Aku mempertimbangkan agar bisa tepat waktu sampai di Koto Baru. Pukul 10.00 aku mulai perjalanan dengan menaiki angkutan umum jurusan Batusangkar-Bukittinggi. Dengan membaca Bismillah aku mulai petualangan. Berharap semua baik-baik saja hingga aku kembali ke Batusangkar. Satu kesalahan yang kulakukan, tidak memberitahu keluarga dalam keberangkatan ini. Ini yang membuatku sedikit khawatir. Namun aku percaya karena perjalanan yang kulakukan bukanlah perjalanan maksiat, Insya Allah tidak apa-apa.

Selama perjalanan mataku tidak lepas dari Merapi. Puncaknya yang berdiri kokoh seakan menantangku agar segera sampai disana.

“Merapi, Insya Allah kita akan bertemu beberapa jam ke depan, tunggu aku.”

Pukul 13.00 aku sampai di Bukittinggi kemudian melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot menuju Koto Baru. Sampai di Koto Baru bertemu dengan rombongan pendakian yang menunggu bersama kakakku, Ela Idriati. Satu per satu kami berkenalan, ada Daus atau Nero sapaan kerennya sekaligus pimpinan rombongan, dia Mahasiswa tingkat akhir STAIN Bukittinggi. Ada Rike, adik jelek dari STAIN Kerinci, hehe peace dek… :) kemudian ada Ian juga dari Kerinci, keingat film 5 cm dech, Ian rada mirip postur tubuhnya dengan Ian di 5 cm… iya kan Ian…:)

Usai berkenalan dan berbincang-bincang kami menambah energi cacing dulu biar selama pendakian tetap semangat. :)

Tepat pukul 15.00, kami berkemas dan melakukan perjalanan ke Pos Merapi, di Pos kami diminta mengisi buku tamu, nama, alamat serta nomor handphone yang bisa dihubungi sekaligus kami menitipkan kendaraan.
Sembari menunggu rekan-rekan yang lain kami menyempatkan mengambil gambar untuk kenangan nanti.


Dekat Tower, Gunung Singgalang bisa digapai dengan tangan loh :D


Ini dia, Adik jelekku, Rike :)

Rike dan Kak Ela


Ini Ian


Sayangnya foto ketua rombongan belum kelihatan yaa…:)

Usai jepret-jepret kami melanjutkan perjalanan. 
Di kiri kanan jalan kami menemui petani yang sibuk di ladang mereka. Beberapa menit kemudian kami sampai di KSDA. Setelah kami mulai menempuh jalan setapak. Selama perjalanan kami bertemu dengan pendaki yang datang dari berbagai daerah. Moment yang sangat tepat untuk menyambut Hari Kemerdekaan.


Di mata air Kodok kami bertemu pendaki dari Batusangkar, anggota Artevac dan Alumni SMA 1 Batusangkar, bang Erick dkk.



Nah, ini dia ketua rombongan baru muncul, yang pake baju hitam, Daus.



Mengabadikan kenangan :)


Setelah mengambil air untuk persiapan selama perjalanan nanti kami melanjutkan perjalanan. Langkah demi langkah kami ayunkan dengan penuh semangat. Meski dengan peluh bercucuran canda tawa selalu mengiringi perjalanan kami. Suatu keberuntungan bagi para pendaki karena cuaca sangat cerah. Tidak sama ketika aku dan kawan-kawan saat mendaki Gunung Singgalang. Ketika perjalanan diguyur hujan. Terima kasih Tuhan…


Numpang narsis di salah satu tenda pendaki..:)


Nah, teman-teman pasti ingat dengan duo Bangkinang ini, hehe ^_^



Mereka adalah beberapa rekan-rekan yang bertemu selama pendakian. Selama perjalanan menuju cadas sangat banyak kami bertemu dengan pendaki lain. Ada yang dari Padang, Bukittinggi, Bangkinang, Medan, dan dari Batusangkar juga. Ada anak Pramuka, Mapala, Sispala dan KPA dari berbagai daerah. Masih banyak rombongan yang melakukan perjalanan yang sama dengan kami. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Tepat pukul 23.00 kami sampai di cadas dan mendirikan camp disana. Usai makan malam dan bercerita sambil menikmati pemandangan alam bebas kami beristirahat. 

Sabtu, 17 Agustus 2013.

Di bawah ini adalah pemandangan di cadas sekaligus lokasi camp para pendaki. Sebagian pendaki sedang menuju puncak.


Pemandangan Gunung Singgalang dilihat dari Merapi



Berfoto di dekat tenda, Kak Ela, Daus dan Rike.


Usai sarapan pagi kami melanjutkan perjalanan ke Puncak melewati cadas.



 Cadas dilihat dari ketinggian


Para petualang, cemungut pak, hehe :)


 cadas






 Pengibaran Bendera sepanjang 1000m dari cadas hingga puncak
 oleh Tim Lebah Semak Belukar



Mengabadikan kenangan di Tugu Abel




Its me, Aini.



She is My Sistha, Ela




My Brotha, Daus


My Young Bro, Rike



My Young Bro, Ian




Upacara Proklamasi Kemerdekaan






Dibelakangku adalah kawah Merapi





Ini rombongan dari Tim Parimbo Minangkabau, ada Bang Anjank (yang pakai topi), Kak Ela, dan Bayu.



Ini juga salah satu Tim Parimbo juga, ZIkra with his friend :)



Barisan para petualang

Jalan menuju puncak, duo girl


Jalan Menuju Puncak, Three Boy


Negeri di atas awan :)









Pasar kaget di jalan menuju Merapi

Huft, sepertinya sampai disini dulu ceritaku... maybe next time to be continued in another adventure :)

See You :)



Lomba Menulis dari FPKS DPR RI, Hadiah 80 Jt

Lomba Menulis dari FPKS DPR RI, Hadiah 80 Jt Informasi lomba yang akan dibagikan dalam website lomba selanjutnya, adalah Lomb...