Jumat, 05 Juli 2013 - 0 komentar

Makalah Pendidikan dan Masyarakat


PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT


A.    Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia secara manusiawi yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta perkembangan zaman.[1] Di samping itu pengertian pendidikan menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, yakni:

usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Masyarakat berfungsi sebagai penerus budaya dari generasi ke generasi  selanjutnya secara dinamis sesuai situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat, melalui pendidikan dan interaksi sosial. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai sosialisasi.

Dibawah ini penulis akan memaparkan mengenai apa itu masyarakat, pendidikan dan lingkungan sosial, pendidikan dan kebudayaan, pendidikan dan perubahan sosial dan pendidikan sebagai daya pengubah dan pembaharuan masyarakat. Seperti yang akan penulis paparkan di bawah ini

B.     Pengertian Masyarakat
Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang disekitar dan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. 

Beberapa pengertian yang diberikan oleh beberapa pakar sosiologi mengenai masyarakat antara lain:
1.      Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan selalu berubah. (Mac Iver dan Page)
2.  Masyarakat adalah kesatuan hidup mahluk-mahluk manusia yang terikat oleh suatu sistem adat-istiadat tertentu. (Koentjaraningrat)
3.   Masyarakat adalah tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. (Selo Soemardjan dan Soelaiman)[2]

Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah suatu kesatuan hidup manusia dalam suatu kelompok yang memiliki suatu sistem adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma yang dapat menghasilkan suatu kebudayaan.

C.    Pendidikan dan Lingkungan Sosial
1.      Pendidikan berkenaan dengan perkembangan dan perubahan kelakuan anak didik.
Kelakuan manusia pada hakikatnya hampir seluruhnya bersifat sosial, yakni dipelajari dalam interaksi dengan manusia lainnya. Hampir segala sesuatu yang kita pelajari merupakan hasil hubungan kita dengan orang lain dirumah, sekolah, tempat permainan, pekerjaan, dan sebagainya. Bahan pelajaran atau isi pendidikan ditentukan oleh kelompok atau masyarakat seseorang.

2.  Pendidikan bertalian dengan transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan dan apek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda.
Masyarakat menjamin kelangsungan hidupnya melalui pendidikan. Agar masyarakat itu dapat melanjutkan eksistensinya, maka kepada anggota mudanya harus diteruskan nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan dan bentuk kelakuan lainnya yang diharapkan akan dimiliki setiap anggota. Tiap masyarakat meneruskan kebudayaanya dengan beberapa perubahan kepada generasi muda melalui pendidikan, melalui interaksi sosial.

3.     Pendidikan adalah proses mengajar dan belajar pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan masyarakat.
Melalui pendidikan terbentuklah kepribadian seseorang. Boleh dikatakan hampir seluruh kelakuan individu bertalian dengan atau dipengaruhi oleh orang lain.[3]

D.    Pendidikan dan Kebudayaan
Setiap bangsa dan setiap individu pada umumnya menginginkan pendidikan. Bahkan mereka menginginkan pendidikannya sepanjang hayat. Awalnya banyak tugas pendidikan yang dipegang oleh keluarha. Akan tetapi lambat laun makin banyak dialihkan ke sekolah seperti persiapan untuk mencari nafkah, kesehatan, agama dan lainnya. Namun pendidikan formal saja tak dapat diharapkan menanggung transmisi keseluruhan kebudayaan bangsa. Masyarakat masih akan tetap memegang fungsi yang penting dalam pendidikan transmisi kebudayaan.

Pendidikan norma-norma, sikap adat-istiadat, keterampilan sosial dan lain-lain banyak diperoleh dalam keluarga masing-masing. Proses ini diperoleh anak terutama berkat pengalamannya dalam pergaulan dengan anggota keluarga, teman-teman sepermainan dan kelompok primer lainnya, bukan sekolah. Beberapa fungsi sekolah yang berkaitan dengan kebudayaan:

1.      Sekolah mentransmisi kebudayaan
Demi kelansungan hidup bangsa dan Negara, kepada generasi muda disampaikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa itu. Setiap warga Negara diharapkan menghormati pahlawannya, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang dan dengan demikian meresapkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa.

2.      Sekolah merupakan alat mentransformasi kebudayaan
Sekolah terutama perguruan tinggi diharapkan menambah pengetahuan dengan mengadakan penemuan-penemuan baru yang dapat membawa perubahan dalam masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang besar di dunia ini. Ada pun tokoh pendidikan yang beranggapan bahwa sekolah dapat digunakan untuk menskontruksi masyarakat bahkan dapat mengontrol perubahan-perubahan itu dengan cara “social engineering”[4]

E.     Pendidikan dan Perubahan Sosial
Kecepatan perubahan sosial dalam berbagai masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam masyarakat yang terpencil berjalan lambat, akan tetapi bila dengan terbukanya komunikasi dan transportasi daerah itu berkenalan dengan dunia modern, maka masyarakat ini akan berkembang dengan lebih cepat.

Ada aspek-aspek kebudayaan yang masih tetap dalam bentuk aslinya dan ada juga adat kebiasaan yang telah mengalami perubahan, terutama dalam masyarakat modern. Usaha untuk mencegah perubahan tidak selalu mudah karena sering ada hubungan antara perubahan materill dengan perubahan kultural. Dibukanya jalan raya ke daerah terpencil, terbukanya desa bagi surat kabar, radio, TV dan film membawa perubahan dalam berbagai aspek kebudayaan. Pola hubungan antara manusia seperti pergaulan antara anak dengan orang tua, hubungan antar-seks, dan sebagainya, sering mengalami perubahan yang sukar dielakan. Demikian pula pendidikan dan sekolah tak luput dari perubahan, karena pendidikan senantiasa berfungsi di alam terhadap sistem sosial tempat sekolah itu berada.

Adapun faktor pendorong perubahan sosial, menurut beberapa ahli adalah :
1.      Menurut Alvin Betrand, awal dari proses perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai kata kesepahaman.
2.      Menurut David Mc Clelland, dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat
3.      Prof. Soerjono Soekanto, Perubahan sosial disebabkan oleh faktor intern dalam masyarakat itu  dan faktor ekstern.
Faktor Intern antara lain:
a)      Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
b)      Adanya Penemuan Baru:
·         Discovery : penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada
·         Invention   : penyempurnaan penemuan baru
·         Innovation/Inovasi : pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat
·         Konflik yang terjadii dalam masyarakat
·         Pemberontakan atau revolusi.

Faktor ekstern antara lain:
a)      Perubahan alam
b)      Peperangan
c)      pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)
Jadi menurut Soerjono Soekanto  factor pendorong perubahan social adalah:
1)      sikap menghargai hasil karya orang lain
2)      keinginan untuk maju
3)      sistem pendidikan yang maju
4)      toleransi terhadap perubahan
5)      sistem pelapisan yang terbuka
6)      penduduk yang heterogen
7)      ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu
8)      orientasi ke masa depan
9)      sikap mudah menerima hal baru.[5]

F.     Pendidikan sebagai Daya Pengubah dan Pembaharuan Masyarakat
1.      Pendidikan sebagai daya pengubah
Pendidikan berfungsi untuk menyampaikan, meneruskan atau menstransmisi kebudayaan, diantaranya nilai-nilai nenek moyang, kepada generasi muda.[6] Dalam fungsi ini sekolah itu konservatif dan berusaha mempertahankan status quo demi kestabilan politik, kesatuan dan persatuan bangsa. Disamping itu sekolah juga turut mendidik generasi muda agar hidup dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

            Dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sekolah memegang peranan penting sebagai “agent of change” untuk membawa perubahan-perubahan social. Akan tetapi dalam norma-norma sosial, seperti struktur keluarga, agama, filsafat bangsa, sekolah cendrung untuk mempertahankan yang lama dan dengan demikian mencegah terjadinya perubahan yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

2.      Pendidikan dan Pembaharuan Masyarakat
Ada para pendidik yang menaruh kepercayaan yang besar sekali akan kekuasaan pendidikan dalam membentuk masyarakat baru. Karena itu setiap anak diharapkan memasuki sekolah dan ide-ide baru tentang masyarakat yang lebih indah daripada yang sudah-sudah. Sekolah dapat menskontruksi atau mengubah dan membentuk kembali masyarakat baru.

Dalam dunia yang dinamis ini tak dapat tidak setiap masyarakat akan mengalami perubahan. Tidak turut berubah dan mengikuti pertukaran zaman akan membahayakan ekstensi masyarakat itu. Tiap pemerintahan akan mengadakan perubahan yang diinginkan demi kesejahteraan rakyatnya dan keselamatan bangsa dan negaranya. Dari pada itu diusahakan adanya keseimbangan antara dinamika dengan stabilitas. Perubahan-perubahan itu antara lain tercemin dalam perubahan dan pembaharuan kurikulum dan sistem pendidikan. Peralihan dari zaman colonial ke zaman kemerdakaan memerlukan berbagai perubahan kurikulum sampai sesuai dengan filsafat bangsa kita.

G.    Penutup
1.      Kesimpulan
Dari pemaparan di atas dapat penulis simpulkan bahwa masyarakat  adalahsuatukesatuanhidupmanusiadalamsuatukelompok yang memiliki suatu sistem adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma yang dapat menghasilkan suat  u kebudayaan.
Pendidikan berkenaan dengan perkembangan dan perubahan kelakuan anak didik. Hal ini dapat terjadi karena lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi kepribadian peserta didik itu sendiri. Selain itu hal yang juga dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik adalah kebudayaan. Dari kebudayaan dapat timbul berbagai pengaruh terutama dalam segi sosial.
Kecepatan perubahan sosial dalam berbagai masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam masyarakat yang terpencil berjalan lambat, akan tetapi bila dengan terbukanya komunikasi dan transportasi daerah itu berkenalan dengan dunia modern, maka masyarakat ini akan berkembang dengan lebih cepat.

2.      Saran
Semoga dengan makalah ini kita sebagai calon pendidik nantinya dapat mengambil inti sari dari pembahasan diatas, agar kita dapat memaknai hal-hal yang dapat mempengaruhi pendidikan. Agar nantinya kita dapat mengantisipasi hal-hal yang nantinya bisa terjadi.







DAFTAR PUSTAKA


Ary H Gunawan. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010

            S. Nasution. Sosiologi Pendidikan.  Jakarta: Bumi Aksara. 1995
http://wikan2004.multiply.com/journal/item/2/Ringkasan_Materi_Perubahan_Sosial_Budaya



[1]Ary H Gunawan, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hal. 54.
[2]S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) hal. 60
[3]Ibid, hal. 10.
[4]Ibid, hal. 13.
[5]http://wikan2004.multiply.com/journal/item/2/Ringkasan_Materi_Perubahan_Sosial_Budaya
[6]Ibid, hal 21.

0 komentar: